Cikal Bakal Berdirinya Yotowawa Media Center


 

avatar

Minggu, 18 Juni 2023 - 09:47:35
Dilihat: 620

Cikal Bakal Berdirinya Yotowawa Media Center #Yotowawa #Kisar #YotowawaMediaCenter #PulauKisar #Meher #Woirata

Adapun cikal bakal berdirinya komunitas Yotowawa Media Center ini dimulai dengan cerita kehidupan singkat Marthen Gabriel selaku pendiri komunitas saat melakukan studi jenjang sarjananya di program studi Teknik Nuklir, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak berkuliah disana, terdapat banyak perbedaan yang dapat diamati salah satunya adalah perbedaan budaya yang sangat mendasar. Suatu ketika, Marthen Gabriel pulang kampus melewati lorong Pogung dan ban motornya pecah, disaat itu ada beberapa anak kecil (merupakan anak TK dan SD) yang datang menghampirinya hendak menawarkan bantuan. Namun, kagetnya anak-anak kecil ini menawarkan bantuan dengan bahasa Jawa dan mereka sangat lihai dalam menuturkan bahasa daerahnya. Hal ini membuatnya terus terngiang-ngiang merasa malu dikarenakan dia sendiri yang sudah dewasa tidak mampu berbahasa daerah dengan menggunakan bahasa daerahnya (bahasa Meher) yang adalah salah satu bahasa yang dipakai masyarakat pulau Kisar.

Marthen Gabriel (kanan) bersama Ganjar Pranowo (tengah) dan Alvin Prasetya (kiri) pada rapat panitia Dies Natalies UGM 2018 di Gelanggang UGM

Pada tahun 2018, Marthen Gabriel berkesempatan menjadi panitia dari Dies Natalies UGM ke 69. Dalam acara tersebut, kebetulan melalui dosennya yang bernama bapak Susetyo Hario Putero, dia dikenalkan secara langsung untuk mengajak berdiskusi bersama bapak Ganjar Pranowo yang saat itu adalah merupakan gubernur Jawa Tengah dan ketua KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) saat itu. Saat berkenalan dan dia mengatakan bahwa dari Pulau Kisar - Maluku, bapak Ganjar pun menebak jurusannya dengan mengatakan “Kamu jurusan Hukum atau Ilmu Pemerintahan kan?”. Saat itu, Marthen Gabriel mengatakan bukan, namun jurusan Teknik Nuklir. Akhirnya bapak Ganjar mengatakan “Wah Teknik Nuklir, gimana mau majukan daerahmu? Kirain ambil jurusan Ilmu Pemerintahan atau Hukum”. Sejak saat itu, Marthen Gabriel mengubah pola pikirnya untuk menjadikan hidupnya agar dapat bermanfaat bagi sesama terutama keluarga dan masyarakat dari pulau Kisar di Maluku.

Pada tanggal 28 Oktober 2019, ketika Marthen Gabriel merefleksikan Isi Sumpah Pemuda ketiga, "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia" terhadap pola generasi muda Pulau Kisar yang lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia berdialeg “bahasa Ambon” dengan sesama mereka dalam kesehariannya, dibanding menggunakan bahasa Meher atau bahasa Woirata, dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka terhadap bahasanya sendiri. Sejak saat itu alternatif solusi telah dia coba ajukan kepada pemerintah setempat untuk mengatasi masalah ini, yakni melalui pendidikan.

Upaya pelestarian bahasa Meher dan Woirata telah digaungkan oleh Marthen Gabriel, agar menerapkan pembelajaran (bahasa daerah) dalam mata pelajaran Muatan Lokal pada setiap jenjang Pendidikan di Kisar. Namun, permasalahan besarnya adalah masih belum adanya materi, kamus ataupun buku pelajaran dalam bahasa Meher dan Woirata, dikarenakan pembelajarannya selama ini diturunkan antar generasi melalui pelajaran lisan. Oleh karena itu, solusi pertama adalah untuk mendokumentasikan tulisan dan suara bahasa Meher dan Woirata secara elektronik dalam bentuk kamus, kalimat, dan korpus mini agar pembukuan hasil dokumentasi demi menjadi acuan materi, kamus dan buku pelajaran sebagai bahan ajar dapat terpenuhi. Selain itu, perlu diketahui bahwa pembelajaran bahasa dan budaya, diperlukan instrumen ukur yang dapat dijadikan acuan kefasihan seseorang dalam menguasai bahasa (budaya), yang mana terdiri dari kemampuan Mendengar, Membaca, Menulis, dan Berbicara. Keempat indikator ini diharapkan dapat diperkaya bagi setiap insan generasi muda pulau Kisar.

Grand Launching Website Yotowawa Media Center www.yotowawa.com pada 28 Oktober 2020 melalui Google Meet

Melalui pemanfaatan teknologi informasi sekarang ini, bertempat di kantor PT. Nawastra Teknologi Nimpuna, Marthen Gabriel bersama rekannya Mahmudin dan Wied Artha Pratama mendirikan komunitas Yotowawa Media Center pada tanggal 5 April 2020, dan meluncurkan website www.yotowawa.com pada tanggal 28 Oktober 2020 dengan tujuan utama untuk menyediakan media penyatu bagi masyarakat Kisar agar dapat gotong-royong membantu mendokumentasikan tulisan dan suara bahasa Meher dan Woirata. Semenjak saat itu, komunitas ini telah melakukan berbagai hal positif dalam pelestarian budaya honoli dari masyarakat Kisar. Melalui kehadiran Yotowawa Media Center pada dunia media social serta website membuat masyarakat Kisar menjadi bangga dan bangga mengatakan bahwa mereka berasal dari pulau Kisar.

Posted By : Benony
Minggu, 18 Juni 2023 - 09:47:35
 


Telepon

+62 821-1244-3330

Email

admin@yotowawa.com